Selasa, 02 Agustus 2011

Teori-teori Perilaku Pemimpin


BAB I
PEDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.
Selama tiga dekade, dimulai pada permulaan tahun 1950-an, penelitian mengenai perilaku pemimpin telah didominasi oleh suatu fokus pada sejumlah kecil aspek dari perilaku. Kebanyakan studi mengenai perilaku kepemimpinan selama periode tersebut menggunakan kuesioner untuk mengukur perilaku yang berorientasi pada tugas dan yang berorientasi pada hubungan. Beberapa studi telah dilakukan untuk melihat bagaimana perilaku tersebut dihubungkan dengan kriteria tentang efektivitas kepemimpinan seperti kepuasan dan kinerja bawahan. Peneliti-peneliti lainnya menggunakan eksperimen laboratorium atau lapangan untuk menyelidiki bagaimana perilaku pemimpin mempengaruhi kepuasan dan kinerja bawahan. Jika kita cermati, satu-satunya penemuan yang konsisten dan agak kuat dari teori perilaku ini adalah bahwa para pemimpin yang penuh perhatian mempunyai lebih banyak bawahan yang puas.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tsb antara lain :
a.       Apa yang dimaksud dengan definisi kepemimpinan ?
b.      Apa sajakah teori – teori perilaku kepemimpinan ?

C.    Tujuan Penulisan
a.       Mengetahui definisi kepemimpinan
b.      Mengetahui teori – teori perilaku kepemimpinan


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Memahami Definisi Kepemimpinan.
Para ahli merumuskan definisi kepemimpinan, sebagai berikut:
1.      Fiedler [1967], kepemimpinan pada dasarnya merupakan pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan.
2.      John Pfiffner, kepemimpinan adalah kemampuan mengkoordinasikan dan memotivasi orang-orang dan kelompok untuk mencapai tujuan yang di kehendaki.
3.      Davis [1977], mendefinisikan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengajak orang lain mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan penuh semangat .
4.      Ott [1996], kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses hubungan antar pribadi yang di dalamnya seseorang mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan khususnya perilaku orang lain.
5.      Locke et.al. [1991], mendefinisikan kepemimpinan merupakan proses membujuk orang lain untuk mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama
Dari kelima definisi ini, para ahli ada yang meninjau dari sudut pandang dari pola hubungan, kemampuan mengkoordinasi, memotivasi,  kemampuan mengajak, membujuk dan mempengaruhi orang lain.
Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan.
B.     Teori-Teori Perilaku Kepemimpinan
Sulitnya mendefinisikan kepemimpinan efektif hanya berdasarkan karakter memicu minat untuk melihat perilaku pemimpin dan bagaimana perilaku tersebut dapat menentukan kesuksesan atau kegagalan mereka dilakuakan dengan dua metode penelitian antara lain:

1.      Studi Universitas Iowa
Salah satu eksplorasi formal yang pertama dari kedua gaya dilakukan oleh Kurt Lewin dan koleganya di University of Iowa, pada 1930-an - saat teori sifat masih didominasi 'peneliti perhatian yang besar. Lewin menggunakan istilah:
a.       Otokratis - di mana staf yang hanya melakukan seperti yang diperintahkan.
Perilaku otokratis, pada umumnya dinilai bersifat negatif, di mana sumber kuasa atau wewenang berasal dari adanya pengaruh pimpinan. Jadi otoritas berada di tangan pemimpin, karena pemusatan kekuatan dan pengambilan keputusan ada pada dirinya serta memegang tanggung jawab penuh, sedangkan bawahannya dipengaruhi melalui ancaman dan hukuman. Selain bersifat negatif, gaya kepemimpinan ini mempunyai manfaat antara lain, pengambilan keputusan cepat, dapat memberikan kepuasan pada pimpinan serta memberikan rasa aman dan keteraturan bagi bawahan. Selain itu, orientasi utama dari perilaku otokratis ini adalah pada tugas.
b.      Demokratis - di mana staf memiliki beberapa mengatakan atas apa yang terjadi di tempat kerja mereka.
Perilaku demokratis; perilaku kepemimpinan ini memperoleh sumber kuasa atau wewenang yang berawal dari bawahan. Hal ini terjadi jika bawahan dimotivasi dengan tepat dan pimpinan dalam melaksanakan kepemimpinannya berusaha mengutamakan kerjasama dan team work untuk mencapai tujuan, di mana si pemimpin senang menerima saran, pendapat dan bahkan kritik dari bawahannya. Kebijakan di sini terbuka bagi diskusi dan keputusan kelompok.

2.      Studi Universitas Michigan
Teori kepemimpinan perilaku benar-benar datang ke dalam tahun 1940, dan 1950-an ketika dua kelompok terpisah peneliti dari University of Michigan, dan Ohio State University mulai sistematis melihat perilaku yang ditunjukkan oleh pemimpin yang efektif.
Pekerjaan yang dilakukan oleh University of Michigan, di bawah pengawasan Rensis Likert, yang disebut gaya kepemimpinan seorang manajer sebagai salah satu:
a.        Produksi berorientasi - dengan memungkinkan hanya mendapatkan pekerjaan yang dilakukan dan dilakukan dengan baik sikap.
b.        Karyawan berorientasi - mengambil kepentingan pribadi dalam staf mereka dan secara aktif mencari untuk memelihara comerarderie kuat.
Kesimpulan dari para peneliti asli karyawan yang berorientasi pemimpin mencapai tingkat yang lebih tinggi dari produktivitas kerja, dan memiliki staf yang lebih puas daripada pemimpin berorientasi produksi. Namun, lain berpendapat [6] bahwa upaya penelitian untuk mengidentifikasi satu universal gaya terbaik, telah lemah yang terbaik - peneliti terkemuka untuk menemukan pentingnya situasi dalam menentukan gaya yang akan bekerja terbaik.
3.      Ohio State Univerity Studi
Studi Ohio, yang dilakukan pada waktu yang sama seperti yang di Michigan di bawah arahan Ralph Stogdill, disebut dua cara utama sebagai:
1.      Memulai struktur - di mana manajer menentukan dan ketat struktur pekerjaan staf.
2.      Pertimbangan - mana manajer memelihara rasa saling percaya dan hubungan intepersonal kuat.
Namun, penelitian ini unik karena mereka tidak melihat dua dimensi kepemimpinan untuk menjadi eksklusif gaya bersama, di mana seorang manajer adalah tugas baik atau hubungan terfokus.
4.      Model Leadership Continuum
Tannenbaun dan Schmidt dalam Hersey dan Blanchard (1994) berpendapat bahwa pemimpin mempengaruhi pengikutnya melalui beberapa cara, yaitu dari cara yang menonjolkan sisi ekstrim yang disebut dengan perilaku otokratis sampai dengan cara yang menonjolkan sisi ekstrim lainnya yang disebut dengan perilaku demokratis.
Menurut teori kontinuun ada tujuh tingkatan hubungan peminpin dengan bawahan :
1.      Pemimpin membuat dan mengumumkan keputusan terhadap bawahan (telling).
2.      Pemimpin menjual dan menawarkan keputusan terhadap bawahan (selling).
3.      Pemimpin menyampaikan ide dan mengundang pertanyaan.
4.      Pemimpin memberikan keputusan tentative, dan keputusan masih dapat diubah.
5.      Pemimpin memberikan problem dan meminta sarang pemecahannya kepada bawahan (consulting).
6.      Pemimpin menentukan batasan – batasan dan minta kelompok untuk membuat peputusan.
7.      Pemimpin mengizinkan bawahan berfungsi dalam batas – batas yang ditentukan (joining).
Jadi, berdasarkan teori continuum, perilaku pemimpin pada dasarnya bertitik tolak dari dua pandangan dasar :
1.      Berorientasi kepada pemimpin.
2.      Berorientasi kepada bawahan.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Para ahli ada yang meninjau dari sudut pandang dari pola hubungan, kemampuan mengkoordinasi, memotivasi,  kemampuan mengajak, membujuk dan mempengaruhi orang lain. Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan.
Teori-teori perilaku kepemimpinan:
a.       Otokratis - di mana staf yang hanya melakukan seperti yang diperintahkan.
b.      Demokratis - di mana staf memiliki beberapa mengatakan atas apa yang terjadi di tempat kerja mereka.
c.       Produksi berorientasi - dengan memungkinkan hanya mendapatkan pekerjaan yang dilakukan dan dilakukan dengan baik sikap.
d.      Karyawan berorientasi - mengambil kepentingan pribadi dalam staf mereka dan secara aktif mencari untuk memelihara comerarderie kuat.
e.       Memulai struktur - di mana manajer menentukan dan ketat struktur pekerjaan staf.
f.       Dan lain sebagainya.
      Dengan mempelajari teori perilaku dalam kepemimpinan kita dapat mengetahui perilaku pemimpin yang dapat dicontoh dan ditiru oleh bawahannya. Selain itu kita juga dapat belajar untuk menjadi seorang pemimpin yang profesional, berwibawa,berkarismatik dan dapat menjadi tauladan bagi bawahan.

DAFTAR PUSTAKA

Achua, C. & Lussier R. (2004). Kepemimpinan: Teori, aplikasi, pengembangan keterampilan , Thomson.
Gastil, J. (1994). A-analitik meninjau meta produktivitas dan kepuasan dan otokratis kepemimpinan demokratis , Small Group Research, 25, 3, (384-410), dan, Bass, B. & Stogdill, R. (1990). Bass &'s Handbook Stogdill Kepemimpinan , Free Press.
 Lewin, K., Lippett, R. & White, R. (1939). Pola Perilaku agresif dalam eksperimen Dibuat Iklim Sosial, Jurnal Psikologi Sosial, 10, 271-301.
Likert, R. (1961). pola baru manajemen , McGraw-Hill).; Kahn, R. & Katz, D. (1960. Kepemimpinan praktek dalam kaitannya dengan produktivitas dan moral, dalam D. Carwright & A. Zander (eds), Dinamika kelompok: Penelitian dan teori , Row Peterson.
Stogdill, R. & Coons, A. (1957). Pemimpin perilaku: deskripsi Its dan pengukuran, Biro Penelitian Bisnis, Ohio State University, Columbus, OH



1 komentar:

pemberdayaan mengatakan...

bagus sekali artikelnya, sangat membantu untuk menyelesaikan tugaku

Poskan Komentar

“Komentarnya yang membangun, yaa”.

 
KeluarJangan Lupa Klik Like Dan Follow ya!

Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

Powered By Blogger Widgets

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...